Valentine Menurut Islam

Posted by Sahata Simbolon on 12:53 PM 16 comments

“BARANG siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka,” Hadits di atas menjadi peringatan bagi umat Islam untuk tidak meniru prilaku kaum non muslim.

Valentine dihubungkan dengan hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis. Valentinius, adalah seorang calonuskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep … dalam agama Kristen yang umum.

Dari kutipan sejarah di atas dapat diketahui bahwa hari Valentine yang dirayakan pada tanggal 14 Februari merupakan budaya dari agama Kristen. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Selain budaya tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Perayaan valentin juga mendorong seseorang untuk bersikap boros. Dan pemborosan merupakan hal yang dilarang dalam Agama, seperti yang tertera dalam QS Al-Isra 26-27.

‘’Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang terlantar dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya orang yang hidup berlebihan (boros) adalah saudara-saudara syaitan. Dan Syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya’’. (QS. Al-Isra 26-27).

Jadi sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang benar. Dan sepatutnya seorang muslim tidak meniru prilaku umat non muslim. Keyakinan bahwa ajaran Islam adalah benar dan sempurna tertuang dalam surat Al Maidah ayat ke tiga.

“Hari inilah Kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian dengan Kucukupkan NikmatKu kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu.” (Qur’an, 5: 3). (***)

Sumber : Yayasan Lembaga Konsumen Muslim


16 komentar:

Saya pribadi sekarang sudah menolak keras budaya Valentine Day, makasih atas pencerahannya mas.
Untuk yang ini gak salah sambung lagi kan mas ? Nanti dikira Scammer :D

@esagelo : oke, thanks. saya juga terus terang, tidak pernah mengikuti budaya ini. Alhamdulillah. hehehehehe.

Kalau sekedar boros mungkin masih bisa ditolelir, karena boro sifatnya subyektif, boros menurut saya belum tentu menurut orang lain. Yang perlu diperhatikan dari budaya Valentine adalah secara perlahan menyeret para remaja pada pergeseran moral. Malam Valentine menjadi malam sakral yang wajib dirayakan. Tidak hanya itu, bahkan menjurus apda perbuata maksiat.

Mereka merayakan Valentine tidak hanya saling bertukar hadiah dan lain sebagainya, tapi juga saling bertukar "ciuman" Na udzu billahi min dzalik. Bahkan bisa berlanjut ke arah yang lebih tidak bermoral lagi. Ini yang perlu kita waspadai. Kalau kita memaknai Valentine sebagai hari kasih sayang, Islampun mengajarkan untuk saling menyayangi, namun tentu kasih sayang yang sebenarnya, bukan kasih sayang berbalut nafsu.

@Aji Waskim : wah, mantap mas, penjelasannya, saya salut sama mas, hehehe. thanks.

ziarah siang hari..salam damai dari ambon..follow me back agan

Blog Walking..
Visit Back Please..

HACKER BLITAR RETURN
NEO DEEVRO
BACEMGAKURE
DEEVRO IS CRIME !!

tHnKz 4 Visit.. ^_^
salam Damai dari Blogger BLITAR..

Untuk Tukar LINK silahkan Klik Link INI

Saya juga gak merayakan valentine's day, ada di blog saya. Salam kenal ya. Ijin follow

kalau saya gak merayakan valentine bos , hehehe

untungnya saya tidak merayakan valentine sob,,,

oya sob,, tolong donk komentar untuk name/url di aktifkan,,,

benar sekali sobat, budaya valentine ini bukan untuk orang2 muslim, dan saya setuju juga apa kata @ aji waskim .... anak2 muda sekarang sudah terbawa arus kesana, padahal kalo mereka mengetahui dengan merayakannya aja berarti kita sudah mngikuti ajaran dari mereka, naudzubillah, alangkah sayangnya jika secara tidak langsung iman kita tergadaikan...

mohon maaf bagi rekan2 yang non muslim, bukan maksud saya untuk menghindari semua itu, meskipun kita tetap menjaga yang namanya tenggang rasa dalam beragama :)

Seseorang akan dikumpulkan bersama sosok yang palig dicintainya,
Ada sosok yang lebih pantas kita cintai, yaitu Nabi Muhammad Saw..
SEmoga Kita Mendapatkan Safaatnya di Hari akhr.

mudah mudahan ga ikut ikutan

DAri jaman doeloe ampe sekarang, ane gak pernah setuju ama valentain. Kebanyakan kegiatannya malah mengarah pada kemaksiatan....

Aku dari dulu gak mau ngerayain valentine,kebanyakan orang masih menganggap valentine adalah hari kasih sayang, tapi kita lihat sejarahnya, oh no,,hehehe

This comment has been removed by the author.

Post a Comment