Dosa-Dosa & Facebook

Posted by Sahata Simbolon on 10:33 PM 2 comments

6 Hal Perlakuan dan Perbuatan dalam Facebook yang bisa mengundang dosa :


1. Intens keaiban suami, istri di facebook

Ada beberapa kasus yang dilihat baik secara langsung atau tidak langsung, pemilik facebook meluahkan perasaan sedih, kecewa, benci, marah terhadap pasangan di ruang status mereka. Mendesak suami atau istri juga dalam status facebook. Kemudian, status tersebut mendapat komentar berbagai dari teman-teman mereka. Misalnya, ada yang secara terbuka mendesak suami membeli rumah, mobil, piring, perabot, pakaian dan sebegainya dalam status mereka. Tertekanlah suami serba salah.
Sebagaimana yang disebut oleh banyak specialist di dalam bidang rumah tangga, kebanyakan wanita suka berbagi dan meluahkan perasaan mereka kepada orang lain sebagai pembuka ke beban yang ditanggung. Adakalanya ia mungkin tidak ditujukan untuk menjatuhkan suaminya, bukan pula untuk tujuan membuka aib suami atau untuk mencari solusi . Pengungkapan itu hanya sebagai pembuka tekanan di dalam diri.
Namun, tanpa disadari perbuatan tersebut tergolong dalam mengumpat yang diharamkan oleh Islam. Semua harus memahami bahwa mereka tidak dapat sewenangnya bercerita perihal rumahtangga atau pasangan mereka secara terbuka baik melalui facebook atau ke teman di kantor dan sebagainya. Masalah yang sudah tidak dapat diselesaikan olehnya, hanya diperbolehkan untuk dinyatakan kepada seseorang yang diyakini punya otoritas seperti orangtua, mertua dan adik beradik yang diyakini dapat berperan membantu, bukan berpotensi mengeruhkan lagi keadaan. Bisa juga dibagi secara tertutup kepada pihak ketiga seperti Qadhi, Mufti, para ilmuwan apakah Ustaz, Ustazah atau Kaunselor Rumahtangga.
Pengungkapan masalah dan info yang dapat mengaibkan suami (dan istri) TIDAK DIPERBOLEHKAN sama sekali ditularkan melalui facebook. Bila ia dilakukan, ia dengan mudah sekali dapat mengundang dosa.
Ada sebagian info tidak langsung mengaibkan pasangan, tetapi selaku pembaca, kita dapat 'membaca' dan mengetahui secara tersirat bahwa si pemilik sedang 'perang dingin' dengan pasangannya. Ada juga yang dipahami, suaminya sedang gagal memenuhi apa yang diinginkan, bersifat kurang baik kepadanya dan sebagainya. Ingatlah semua, rumahtangga adalah amanah, jangan meruntuhkannya dalam facebook.
Beramanahlah, berikan suami dan istri Anda password facebook Anda, agar mereka selalu dapat meneliti pesan-pesan yang dikirim ke Anda. Dapat juga pasangan berperan selaku browser dan menghapus (delete) mana yang harus jika dimasukkan secara emosi tanpa pertimbangan aqal yang wajar.


2. Gambar yang berlebihan

Banyak di kalangan wanita hari ini sudah memiliki facebook, mungkin sudah menjadi lumrah wanita yang biasanya inginkan kecantikan dan pujian terhadap kecantikannya. Oleh itu, semakin banyak wanita yang memuat gambar mereka, apakah jarak dekat, sangat dekat (sehingga memenuhi kotak gambar) dan jauh (massal atau seorang diri). Ditambah pula lagi dengan gaya, aksi dan fesyen yang berbagai.
Agak aneh juga karena sebagian mereka sudah bersuami dan terlihat suami mereka memberikan sepenuh keridhaan atas tayangan slide tersebut ke khalayak, tanpa rasa cemburu dan prihatin. Lebih merbahayakan, banyak pula lelaki yang menontonnya, sebagian memberikan pujian, malah ada yang berani bergurau senda, dan membuat 'lamaran' nafsu.
Lebih pelik, tuan punya facebook yang seharusnya mampu mengontrol dan menghapus semua komentar kurang etis, terlihat membiarkan saja lamaran nafsu (seperti ajakan berkencan, kawin-padahal telah bersuami) tersebut di ruang komentar gambarnya, tanpa rasa bersalah.
Berkelanjutan bercanda mereka dalam ruang komentar, si lelaki dan wanita ada juga yang telah beristri dan bersuami, cuma atas tiket teman lama, sepejabat dan sebagainya, hal tersebut dibiarkan. Bahkan jika keduanya masih bujang sekalipun, ia tetap berdosa dan SALAH di sisi Islam karena termasuk dalam kategori larangan Allah 'janganlah kamu mendekati zina'.
Saya khawatir, banyak pula pria yang menjadi dayus dek karena gambar istri terkena aurat (atau menutup aurat kurang sempurna) ditayang sehabisnya di facebook. Baca perihal fitur lelaki dayus di sini .


3. Penyamaran

Pria menyamar sebagai wanita untuk menjadi teman dan seterusnya mendapat informasi wanita. Ada dilaporkan juga, sebagian pria berang karena tidak disetujui menjadi 'friend' seseorang wanita. Akibatnya, si pria tidak mendapat fasilitas akses ke gambar-gambar wanita tersebut. Untuk memungkinkan mendapat akses, ada pria yang mulai menyamar menjadi wanita, menempatkan gambar setiap wanita yang dapat ditemukan secara mudah tertebaran di interent, diletakkan sebagai dirinya. Melalui cara itu, pria ini berhasil menjadi teman dan menonton seluruh gambar wanita terlibat dan berbuat apa yang disukainya dengan gambar itu.
Si wanita yang awalnya merasa aman karena merasa telah menyaring sebaiknya, rupanya masih rentan gambarnya ke yang orang yang tidak seharusnya. Karena itu, walau Anda hanya mengizinkan friend untuk menatapi gambar Anda, pastikan semua gambar tersebut masih terbatas dan terjaga.


4. Download gambar untuk penyimpanan dan tatapan

Diberitahukan juga, akibat dek karena gambar wanita yang terlalu 'bersepah' difacebook, ada pria berhati buas yang mendownload gambar tersebut dan disimpan sebagai koleksi pribadinya. Justru, sadarlah, setiap wanita yang dikaruniakan Allah punya 'rupa' yang menurut pandangan banyak sebagai elok dan menawan.Golongan sebegini amat perlu sekali lebih waspada lebih dari mereka yang lain.
Sayangnya, kaum seperti ini terlihat lebih gairah menjaja gambar mereka untuk mendapat banyak pujian dan ... 'DOSA'. Simpan saja gambar-gambar 'kiut' (cute) Anda, cukuplah ia buat tatapan suami. Cukuplah pujian teman sekeliling yang benar-benar mengenali Anda. Tidak harus tamakkan pujian manusia luar. 
Tunggu saja pujian para malaikat dan bidadari di surga nanti, terlampau tidak sabarkah wahai diri? Sadarilah, ke'kiut'an Anda mungkin membuat sebuah rumah tangga hancur, kecemburuan wanita lain, karena dapat ada gejala suami yang membanding-bandingkan wajah dan tubuh Anda dengan istrinya. Jika itu terjadi, pemilik gambar mendapat saham dosa.


5. Tagging/ Penandaan gambar tanpa izin yang membuka aurat

Tagging atau menunjukkan sesuatu gambar yang disiar merupakan satu fungsi mudah untuk menyebarluaskan gambar seseorang termasuk diri sendiri ke kontak dan teman. Sayangnya fungsi ini menjadi sumber dosa yang banyak juga dewasa ini. Isu ini juga pernah ditulis oleh beberapa penulis lain seperti Ust Abu Umair dan Sdr Shahmuzir. Saya ingin menegaskan lagi tulisan mereka.
Ini adalah karena, ada 'trend' menyebarkan gambar-gambar lama, dan kemudian meletakkan tagging ke individu di dalam gambar. Butuh disadari, setiap gambar yang di'tag ', akan muncul dan dapat dilihat oleh semua teman, dan teman ke teman tersebut juga dapat menontonnya. 
Ini dapat menjadi dosa, karena: -
  • Sebagian orang di dalam gambar tersebut mungkin sebelumnya tidak menutup aurat, tetapi kini telah menutup aurat. Justru penyebaran gambarnya yang tidak menutup aurat adalah haram.
  • Individu tersebut berada di dalam rumah, bersama keluarga, justru penutupan auratnya tidak begitu sempurna karena di dalam rumah sendiri atau di dalam kondisi 'candid', tetapi akibat ketidakperihatinan sebagian anggota keluarga terhadap hal aurat. Gambarnya tersebut tersebar. Sepatutnya, kita yang di'tanda 'dapat dengan segera delete 'tag' itu, hasilnya walau gambar masih tersiar tetapi ia tidak memiliki identitas. Itu paling kurang dapat dilakukan oleh individu yang prihatin dan berawas-awas. Namun sayangnya, sebagian pemilik facebook tidak sadar mereka bisa 'untagged' nama mereka. Bahkan kalau mereka dapat untagged sekalipun, penyebaran gambar tersebut tetap salah dan berdosa di dalam Islam.
  • Gambar mengaibkan orang lain. Gambar yang disiarkan itu, walaupun menutup aurat, tetapi dalam situasi mengaibkan. Mungkin ia tidak mengaibkan individu yang menyiarkannya karena dia dalam keadaan baik dan bagus. Namun temannya berada dalam situasi mengaibkan, tambahan pula dia kini adalah 'seseorang' yang terhormat, punya posisi baik di mata masyarakat,. Bila gambar tersebut disiarkan, ia mencemari nama baiknya. Penyiaran tersebut sama seperti mengutuknya secara langsung kepada umum, baik sengaja atau tidak, semua harus sadar .. Anda mungkin bebas menyiarkan gambar Anda, namun gambar orang lain. Izin harus diperoleh sebelum siaran dibuat.


6. Mengutuk diri sendiri & kebaikan

Adakalanya ada juga wanita-wanita berpenampilan cukup solehah, berpakaian extra caution dalam bab aurat sewaktu zaman universitas atau sekolahnya. Namun sesudah masuk ke alam pekerjaan dan pernikahan, imejnya berubah begitu drastis dengan make up cukup jelas menghiasi wajah, baju bekerlipan warnanya, yang tebal sebelumnya sudah jadi tipis, adakalanya tidak sempurna dan macam-macam lagi. Alasannya? Seribu satu macam. Suami pula mungkin bukan dari jenis yang cermat untuk menegur dan menasihat.
Yang menyedihkan, saat tersiar gambar lamanya yang berpakaian extra caution lagi sopan di facebook, disiarkan oleh teman-rkana lama. Tuan punya tubuh, terlihat tanpa malu dan segan mengutuk dirinya sendiri baik secara langsung atau tidak langsung. Lahirlah kata-kata, 'zaman aku ekstrem', 'zaman solehah', 'waktu innocent', zaman-zaman suci', 'itu zaman kuno dulu ',' itu waktu duduk bawah tempurung 'dan lain-lain frasa yang sepertinya.
Tanpa disadarinya, ia mengungkapkan keaiban dirinya sendiri, apabila berkata zaman solehah, berarti sekarang apakah dia mengaku tidak lagi solehah?, Kini tidak suci?. dan lain-lain. Ia juga sekaligus seolah mengutuk pemakaian sopan dirinya sebelumnya. Ingatlah diri, jika tidak mampu istiqamah atas pakaian dan penampilan sebelumnya, janganlah sampai mengutuknya. Karena sama seperti mengutuk pakaian yang sopan lagi baik, seolah mendahulukan yang kurang baik.


KESIMPULAN

Itulah facebook, ia dapat menjadi sumber pahala, jika digunakan dengan benar, dapat menjadi Komponen azab jika digunakan tanpa ilmu dan limitasi. Berhati-hatilah dan berpada-padalah pemilik facebook.

Niat untuk mendekatkan ukhuwwah antara teman lama, sekolah dan sebagainya tidak sama sekali dapat menghalalkan sembangan mesra, gurauan senda di antara suami dan istri orang, antara pria dan wanita yang bukan mahram. Ia hanya akan membawa kepada kemudharatan dan keruntuhan rumahtangga. Janganlah lagi mempermainkan nama 'ukhuwah' untuk berbuat dosa.

Ukhuwwah itu hanya terbatas sesuatu yang membawa ke memori kepada Allah, mengajak kebaikan dan menjauh kemungkaran. Lihatlah surat al-Hujurat dan fahamkan kalam Allah sebaiknya akan arti ukhuwwah di kalangan mukmin.


Zaharuddin Abd Rahman


2 komentar:

Wah,, jadi lebih mesti ati2 kalau OL...
xixixiixix

Post a Comment